Kerugian akibat penyerangan dan perusakan Markas Kepolisian oleh sekelompok massa di Polres Metro Jakarta Timur telah diungkapkan. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Polisi Alfian Nurrizal, mengatakan bahwa kerugian terbesar terjadi pada sarana operasional Kepolisian. Tujuh unit kendaraan dinas terbakar, termasuk truk Samapta, truk perintis, mobil provost, mobil Binmas, mobil tahti, ambulans, dan truk bantuan air. Selain merusak fasilitas kantor, massa tersebut juga membakar puluhan kendaraan dinas dan pribadi anggota Kepolisian. Kerusakan terjadi pada ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), ruang reserse kriminal (reskrim), pagar depan, dan kamera pengawas (CCTV). Penyerangan dimulai pada Sabtu (30/8) pukul 00.00 WIB, saat segerombolan orang menyerang kantor Polres Metro Jakarta Timur, merusak dan membakar gedung serta kendaraan. Aparat Kepolisian hanya melakukan langkah bertahan dan meminta massa untuk membubarkan diri. Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan beberapa tersangka, termasuk empat tersangka yang melakukan penyerangan dan perusakan terhadap Mako Polres Metro Jakarta Timur. Mereka ditangkap pada 5-6 September 2025 dengan peran yang berbeda-beda. Anarkis itu juga menyerang lima Polsek di Jakarta Timur: Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung.
Kerusakan Akibat Serangan Mapolres Jaktim: Penyebab dan Solusi Terbaik
Read Also
Recommendation for You

Polisi telah berhasil mengamankan 16 anak yang diduga terlibat dalam tawuran di Jalan Mayjen Sutoyo,…

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 15,507 kilogram…

Polres Metro Jakarta Utara telah berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor dan mengembalikan motor hasil…

PT GoTo Gojek Tokopedia, Tbk telah membuat keputusan untuk memblokir permanen seorang penumpang yang melakukan…








