Imaji musik tak sadar atau earworm adalah fenomena di mana sebuah lagu terus-menerus memainkan dirinya sendiri di dalam pikiran seseorang tanpa disadari. Karakteristik musik tertentu, seperti repetitif, nada panjang, atau interval sempit, membuat sebuah lagu lebih mudah menjadi earworm. Lagu-lagu yang mudah diingat biasanya terdiri dari potongan pendek, seperti bagian dari chorus atau hook. Lagu-lagu yang penuh pengulangan dan sederhana cenderung memicu fenomena earworm.
Peneliti telah menemukan bahwa earworm dipicu oleh emosi, ingatan terkini, dan pikiran yang belum terproses. Koneksi otak yang memproses musik, emosi, dan memori “macet” dapat menyebabkan potongan lagu otomatis berulang di kepala. Jika terganggu dengan earworm, berbagai aktivitas yang melibatkan otak, seperti bekerja, membaca, atau berolahraga, bisa membantu mengalihkan perhatian. Mendengarkan lagu lain atau memikirkan lagu lain juga bisa membantu menghilangkan earworm.
Terkait dengan penyebab neurobiologis dari fenomena ini, earworm melibatkan korteks pendengaran di lobus temporal dan lingkaran fonologis otak. Earworm cenderung lebih sering dialami oleh orang yang rutin bermain atau menyanyikan lagu serta pada mereka yang menganggap musik sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa orang dengan gangguan obsesif-kompulsif lebih rentan mengalami earworm.
Mengunyah permen karet juga diungkapkan sebagai trik unik untuk meredam earworm karena dapat mengaktifkan otot-otot vokal seseorang. Namun, mendengarkan atau memikirkan lagu lain merupakan cara paling umum yang dilakukan orang untuk menghilangkan earworm. Earworm, meskipun umum dialami oleh banyak orang, tetap bisa diatasi dengan berbagai strategi yang tepat.
