Berita  

Manfaat Rokok Elektronik: Risiko Rendah dan Kebijakan Berbasis Sains

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemerintah untuk menyusun regulasi yang lebih berbasis ilmiah terhadap produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan. Menurut BRIN, pendekatan sains dan analisis risiko penting agar kebijakan yang dihasilkan dapat melindungi masyarakat tanpa mengabaikan sektor tembakau yang penting bagi ekonomi daerah.

Rokok elektronik dianggap sebagai inovasi dalam mengurangi paparan bahan berbahaya dari rokok konvensional. Menurut Prof. Bambang Prasetya dari BRIN, rokok elektronik memiliki risiko lebih rendah berdasarkan hasil studi BRIN yang mengacu pada toksinan dari WHO. Penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah dalam mengatur produk tembakau inovatif, berdasarkan data ilmiah dan objektif.

BRIN juga sedang memetakan ekosistem komoditas tembakau di Indonesia, termasuk produk baru yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Bambang menyatakan bahwa pemerintah perlu membuat kebijakan yang adil dan proporsional, mengingat dua sisi penting yaitu keselamatan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi sektor tembakau.

Menteri Keuangan telah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok pada tahun 2026 setelah berdiskusi dengan pelaku industri rokok di Indonesia. Kesimpulan dari diskusi ini adalah kebijakan perlu didasarkan pada landasan ilmiah dan dikomunikasikan kepada publik sebelum dijadikan regulasi.

Source link