JAKARTA — Pengawasan di Taman Daan Mogot, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, kini diperketat setelah kawasan itu disebut-sebut rawan disalahgunakan untuk praktik prostitusi sesama jenis. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menurunkan 10 personel untuk berjaga pada malam hari, menyusul temuan aktivitas yang dinilai melanggar ketertiban umum.
Pengamanan malam diperketat
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan penempatan petugas dilakukan secara khusus pada jam-jam rawan. Menurut dia, keberadaan personel di taman tersebut dibutuhkan untuk mencegah aktivitas yang berpotensi merugikan dan mengganggu kenyamanan warga.
“Ke depannya akan ditempatkan petugas untuk pengawasan malam hari, dengan 10 orang personel,” ujar Satriadi. Patroli tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi juga menyasar taman-taman yang minim penerangan dan dianggap memiliki risiko serupa.
Spanduk imbauan dan pembinaan pelanggar
Selain patroli, Satpol PP Jakarta Barat juga memasang empat spanduk imbauan ketertiban umum di titik-titik yang dianggap rawan di area taman. Langkah ini dimaksudkan agar pengunjung memahami batasan penggunaan ruang publik dan tidak memanfaatkan lokasi tersebut untuk kegiatan yang menyimpang dari fungsi taman.
Dalam operasi terbaru, petugas turut mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam praktik asusila. Keduanya kemudian dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk menjalani pembinaan lebih lanjut.
Fasilitas taman ikut dibenahi
Pengawasan di Taman Daan Mogot juga dibarengi koordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta. Perbaikan fasilitas, terutama penambahan lampu penerangan dan penguatan unsur pengamanan di dalam taman, menjadi bagian dari upaya mencegah kejadian serupa terulang.
Patroli di area taman gelap dilakukan secara mobile dengan frekuensi yang disesuaikan tingkat kerawanan. Satpol PP menyebut pengawasan akan terus berjalan sampai kondisi benar-benar kondusif, sebelum jumlah personel nantinya dikurangi secara bertahap.
Source link












