Operator SPBU Terancam Pembunuhan oleh Aparat di Jaktim

Seorang operator di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur mengalami pengalaman menakutkan saat dikejar dan diancam pembunuhan oleh seorang oknum aparat pria. Lukman Hakim, yang baru enam bulan bekerja sebagai operator SPBU setelah lulus SMK, menceritakan insiden yang terjadi saat dia sedang bertugas pada malam Minggu sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, Lukman mengalami konflik dengan seorang pelanggan yang mencoba mengisi bahan bakar menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.

Situasi semakin memanas ketika pelaku mulai marah-marah dan menantang petugas di SPBU tersebut. Lukman memanggil staf lain untuk memastikan kebijakan pengisian, namun pelaku terus mendorong dan memukul salah satu staf yang berada di lokasi. Ancaman pembunuhan membuat Lukman panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah warga sekitar.

Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulogadung, Lukman dan korban lainnya melihat rekaman CCTV dari SPBU untuk membantu penegakan hukum. Meskipun saat petugas polisi tiba, pelaku sudah tidak berada di tempat, namun barang bukti telah diamankan untuk proses lebih lanjut. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku yang diduga merupakan aparat itu.

Para korban berharap kasus ini dapat diproses dengan transparan dan profesional, sehingga memberikan rasa aman bagi semua pekerja SPBU yang menjalankan tugas sesuai prosedur. Pemilik SPBU telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulogadung dan melakukan langkah-langkah visum untuk korban yang terluka dalam insiden tersebut. Propam Polda Metro Jaya juga turut melakukan investigasi terhadap kasus penganiayaan yang menimpa tiga pegawai SPBU tersebut.

Source link