Kebakaran Mesin di Pabrik Sendok Cengkareng: Dampak dan Solusinya

Kebakaran Mesin di Pabrik Sendok Cengkareng: Api Muncul dari Area Produksi, Tidak Ada Korban

Api sempat muncul di sebuah pabrik sendok di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa sore. Insiden itu terjadi pada mesin pemotong besi di pabrik yang berlokasi di Jalan Pesing Poglar 3 RT 05/RW 02, Kedaung Kali Angke. Meski sempat membuat panik, kebakaran berhasil ditangani sebelum merembet lebih jauh ke area lain.

Api Muncul dari Mesin Produksi

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan kejadian tersebut terpantau sekitar pukul 17.34 WIB. Menurut dia, api pertama kali diketahui oleh seorang karyawan yang melihat kobaran muncul dari bagian produksi mesin pemotong besi.

Karyawan itu segera melapor kepada sekuriti pabrik. Dari situ, petugas keamanan langsung menghubungi pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Respons cepat ini membuat penanganan bisa dilakukan tanpa menunggu api membesar.

Disiram Sebelum Petugas Tiba

Saat unit damkar datang ke lokasi, api di mesin pemotong besi ternyata sudah lebih dulu dipadamkan oleh karyawan pabrik dan warga sekitar. Petugas kemudian melanjutkan dengan proses pendinginan agar tidak ada sisa panas yang memicu api kembali menyala.

Langkah lanjutan ini penting untuk memastikan titik kebakaran benar-benar aman. Dalam kasus seperti ini, sisa bara atau panas pada material produksi masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan jika tidak ditangani dengan benar.

Diduga Terkait Serbuk Sisa Poles

Soal penyebab, Syaiful menyebut kebakaran diduga dipicu oleh serbuk sisa poles bahan stainless yang digunakan dalam proses pembuatan sendok. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa area produksi dengan material logam dan serbuk halus tetap menyimpan risiko tinggi jika kebersihan mesin dan lingkungan kerja tidak dijaga ketat. Dalam kasus di Cengkareng ini, respons cepat pekerja dan warga menjadi faktor penting yang mencegah kerugian lebih besar.

Source link