Berita  

Solusi Krisis Iklim di BRICS: Kearifan Lokal sebagai Panglima

Kelima Negara BRICS dalam Tata Kelola Lingkungan Hidup Global

Menurut Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, kehadiran lima negara besar BRICS dapat memperkuat tata kelola lingkungan hidup global. Hal ini membuka ruang bagi kearifan lokal dalam menanggapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Pertemuan Menteri Lingkungan BRICS di India

Salah satu contoh kehadiran BRICS dalam konteks lingkungan adalah Pertemuan Menteri Lingkungan negara-negara anggota yang diadakan di New Delhi, India. Acara ini diikuti oleh 10 dari 11 negara anggota BRICS.

Pada pertemuan tersebut, Menteri Lingkungan Indonesia, Jumhur Hidayat, menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pengelolaan lingkungan dan tantangan perubahan iklim. Ia juga mengungkap keprihatinan terhadap negara maju yang dinilai mulai meninggalkan tanggung jawab kolektif dalam mengatasi polusi dan perubahan iklim.

Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dampak Perubahan Iklim

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia, baik di darat maupun di laut. Hal ini menjadi fondasi ekosistem yang sehat, ketahanan iklim, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia terletak di garis depan dampak perubahan iklim. Lebih dari 60 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir yang rentan terhadap kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, dan bencana terkait iklim.

Jumhur menegaskan bahwa adaptasi iklim bukanlah agenda pinggiran bagi Indonesia. Hal ini merupakan pilar utama pembangunan berkelanjutan dan penjaga kemakmuran nasional. Indonesia telah merumuskan Rencana Adaptasi Nasional 2026–2030 sebagai langkah menuju Indonesia yang tangguh terhadap iklim dan sebagai dukungan terhadap Visi Indonesia Emas 2045.

Source link