Berita  

Teka-Teki 3 Jam Sebelum Sumitro Ditemukan Tewas

Aktivitas Sutrimo pada beberapa jam terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, masih belum sepenuhnya terungkap. Polisi telah menelusuri rekaman CCTV dari puluhan titik, tetapi tidak menemukan rekaman dari dalam Klinik Mordent selama sekitar tiga setengah jam sebelum ambulans tiba.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dewa Anom Danujaya mengatakan, penyidik kini mencocokkan rangkaian pergerakan Sutrimo sebelum, saat, dan setelah kejadian. Analisis tersebut dilakukan untuk menguatkan fakta yang telah ditemukan dalam penyidikan.

“Ini merupakan rangkaian perjalanan CCTV untuk menguatkan fakta-fakta yang ditemukan dalam proses penyidikan,” kata Dewa dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).

Pergerakan Sutrimo dalam rekaman CCTV

Berdasarkan rekaman yang dianalisis, Sutrimo terlihat mengalami kendala dengan sepeda motornya di depan Klinik SAS pada Rabu malam, 22 Juli 2026, sekitar pukul 21.20 WIB. Seorang temannya datang membantu mendorong motor tersebut. Setelah itu, keduanya terlihat masuk dan keluar dari lokasi dengan menggunakan Honda Supra.

Pada Kamis dini hari, 23 Juli 2026, Sutrimo kembali terpantau di sekitar lokasi. Ia mengendarai sepeda motor Jupiter berwarna merah dan tiba di Klinik Mordent sekitar pukul 00.37 WIB. Tidak lama kemudian, ia terlihat meninggalkan klinik.

Pergerakannya kemudian terekam di sejumlah ruas jalan dengan mengendarai sepeda motor NMAX bernomor polisi B 4184 SJK. Sekitar pukul 03.11 WIB, Sutrimo dibonceng menuju Jalan Radio Dalam Raya dan berhenti di warung Pecel Lele Sambal Setan.

Sekitar 27 menit berada di warung, Sutrimo dan temannya kembali melanjutkan perjalanan. Keduanya terlihat melintas di Jalan KH Ahmad Dahlan sebelum Sutrimo kembali terpantau di Jalan Kramat Pela pada pukul 05.30 WIB. Ia kemudian berhenti di depan lokasi kejadian.

Tidak ada rekaman dari dalam klinik

Setelah Sutrimo berhenti di depan Klinik Mordent, rekaman CCTV tidak memperlihatkan aktivitas di dalam klinik hingga ambulans tiba. Jeda tersebut berlangsung sekitar tiga setengah jam.

“Untuk di klinik, CCTV memang tidak ter-cover,” ujar Dewa.

Ia menegaskan, tidak ada rekaman yang dapat menunjukkan apa yang terjadi di area dalam klinik selama periode tersebut. Kekosongan informasi itu membuat penyidik mengarahkan perhatian pada kondisi jenazah Sutrimo serta bukti-bukti lain yang telah dikumpulkan.

Ambulans tiba di lokasi pada pukul 08.53 WIB. Saat itu, Sutrimo ditemukan telah meninggal dunia. Sekitar 10 menit kemudian, ambulans berangkat menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.08 WIB dan langsung dibawa ke instalasi gawat darurat.

Menurut Dewa, kondisi jenazah menjadi salah satu dasar dilakukannya ekshumasi. Langkah tersebut ditempuh untuk mengungkap fakta yang belum terjelaskan sekaligus mencocokkan temuan dengan bukti-bukti dalam proses penyidikan.

Source link